Ketika realitas tidak sesuai dengan ekspektasi.


Rain storm #soulmatesbook
Gagal yang selalu harus diabaikan ketika datang menghantui, kini benar-benar hadir. 
Bukan lagi menjadi hantu, melainkan ia hadir dengan sebenar-benarnya. 
Gagal yang hanya berani aku lihat dari kejauhan, kini benar-benar nyata di pelupuk mata.
Hari ini, aku kembali berjanji pada diriku sendiri. 
Untuk tidak berlarut-larut mengutuk diri sendiri, untuk tidak bersikap bodoh mengutuk keadaan, mengutuk masa depan bahwa aku tidak akan bisa sukses karena kegagalan hari ini. Bahkan pada Tuhan akupun berjanji untuk tidak menyalahkan pada setiap apa yang sudah Tuhan putuskan.
Aku percaya, Tuhan selalu punya kejutan yang mengagumkan kelak. 
Aku percaya bahwa setiap kerja keras yang selama ini sudah aku usahakan, setiap doa yang selama ini aku langitkan, pasti akan berujung baik, pasti akan berujung indah karena aku percaya Tuhan lebih tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan segala doa yang kau semogakan.
Tuhan lebih tahu kapan waktu terbaik untuk mengiyakan segala kerja keras yang kamu usahakan.
Kalau bukan sekarang mungkin nanti. 
Jika bukan ini, mungkin itu.
Sampai pada suatu ketika aku benar-benar menyadari bahwa keputusan Tuhan memang lebih baik untuk diharapkan dan kau bisa mengatakan “terima kasih Tuhan, karena dulu aku pernah gagal”.
Yang harus aku lakukan saat ini adalah berusaha tegar, berusaha bangkit, berusaha untuk berprasangka yang baik, meski diri masih benar-benar dalam luka karena kekecewaan.
Untuk setiap aku yang sedang gagal, mari untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Bagi kami yang sedang dalam kegembiraan, kalimat ini mungkin klise tapi untuk setiap aku yang sedang dalam kegagalan barangkali ini bisa mengobati.

*tulisanwidy


Comments

Popular Posts