Ketika realitas tidak sesuai dengan ekspektasi.

Gagal yang selalu harus diabaikan
ketika datang menghantui, kini benar-benar hadir.
Bukan lagi menjadi hantu,
melainkan ia hadir dengan sebenar-benarnya.
Gagal yang hanya berani aku lihat
dari kejauhan, kini benar-benar nyata di pelupuk mata.
Hari ini, aku kembali berjanji pada
diriku sendiri.
Untuk tidak berlarut-larut mengutuk diri sendiri, untuk tidak
bersikap bodoh mengutuk keadaan, mengutuk masa depan bahwa aku tidak akan bisa
sukses karena kegagalan hari ini. Bahkan pada Tuhan akupun berjanji untuk tidak
menyalahkan pada setiap apa yang sudah Tuhan putuskan.
Aku percaya, Tuhan selalu punya
kejutan yang mengagumkan kelak.
Aku percaya bahwa setiap kerja keras yang
selama ini sudah aku usahakan, setiap doa yang selama ini aku langitkan, pasti
akan berujung baik, pasti akan berujung indah karena aku percaya Tuhan lebih
tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan segala doa yang kau semogakan.
Tuhan lebih tahu kapan waktu
terbaik untuk mengiyakan segala kerja keras yang kamu usahakan.
Kalau bukan sekarang mungkin nanti.
Jika bukan ini, mungkin itu.
Sampai pada suatu ketika aku
benar-benar menyadari bahwa keputusan Tuhan memang lebih baik untuk diharapkan
dan kau bisa mengatakan “terima kasih Tuhan, karena dulu aku pernah gagal”.
Yang harus aku lakukan saat ini
adalah berusaha tegar, berusaha bangkit, berusaha untuk berprasangka yang baik,
meski diri masih benar-benar dalam luka karena kekecewaan.
Untuk setiap aku yang sedang gagal,
mari untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Bagi kami
yang sedang dalam kegembiraan, kalimat ini mungkin klise tapi untuk setiap aku
yang sedang dalam kegagalan barangkali ini bisa mengobati.
*tulisanwidy
Comments
Post a Comment